VIRAL, Sniper Ukraina Jadi Sorotan karena Kecantikannya, Evgeniya Emerald: Tak Segan Tembak Mati Musuh

WARTABANJAR.COM – Pasukan Ukraina berusaha merebut kembali kota Bakhmut di timur negara itu. Ukraina mengirimkan pasukan elite yang terdiri dari para penembak jitu atau sniper yang disebut dengan Ghosts of Bakhmut.

Salah seorang sniper atau penembak jitu wanita salah satu tentara yang terbaik dimiliki pasukan elite Ukraina.

Evgeniya Emerald begitu nama sniper perempuan Ukraina. Ia memiliki wajah cantik dan tubuh tinggi semampai bak model. Sehingga banyak terkesima jika pada kenyataannya dia merupakan seorang sniper.

Punya visual yang terkesan feminin tak jarang membuat Evgeniya menghadapi seksi di karier militernya itu. Dalam satu momen, seorang prajurit laki-laki menyuruhnya kembali ke dapur.

Menurut Evgeniya, seorang pria mungkin ragu untuk menembak musuh, tetapi dia tidak akan melakukannya. Itu mungkin menjadi alasan, mengapa penembak jitu wanita dianggap baik dalam sejarah, katanya kepada BBC.

Evgeniya Emerald bertugas di garis depan sebagai seorang sniper wanita, mendapatkan julukan “Punisher” dari media Rusia.

“Jika seorang pria ragu-ragu apakah akan menembak atau tidak, wanita tidak akan melakukannya,” kata Evgeniya Emerald.

Saat ini sniper Ukraina ini jadi sensasi di internet karena kecantikannya. Evgeniya berkisah tentang keberaniannya dalam menembak musuh yang ada di hadapannya.

Evgeniya pada awalnya terkejut ketika pertama kali diberitahu bahwa dia harus membunuh manusia lain. Tapi dia memutuskan untuk menjadi pemberani. Dengan bangga, Evgeniya mengklaim bahwa dia lebih berani menembak dibanding pria.

“Jika pria ragu-ragu mau menembak atau tidak, wanita tidak akan (ragu),” ungkap kepada BBC.

Wanita 31 tahun itu bergabung dengan tentara Ukraina di tahun 2022 yang bertugas di garda depan. Oleh media Rusia, Evgeniya dijuluki sebagai ‘Nazi’ karena dinilai kejam.

Sebelum menjalankan tugasnya menjadi penembak jitu, Evgeniya menjalankan bisnis perhiasaan. Sejak kecil, Evgeniya sudah akrab dengan senapan.

Di usia sembilan tahun, dia sudah memiliki senjata dan menembak dengan tepat sasaran. Keahliannya dalam menggunakan senjata api itu berkat sang ayah.

“Ayaku selalu ingin anak pria, namun anak gadis lahir. Dan setelahnya ayahku mengatakan bahwa aku seperti tiga anak laki-laki dijadikan satu,” kenang Evgeniya.

Dalam pertarungannya dengan Rusia, Evgeniya bertemu jodoh yang merupakan pria militer saat sama-sama bertugas di hutan Kharkiva pada Oktober 2022. Dari pernikahan tersebut, Evgeniya memiliki satu anak. Dia baru saja melahirkan, namun sudah siap kembali ke medan perang.

“Ketika saya baru saja bergabung dengan pasukan khusus, salah satu prajurit mendatangi saya dan berkata, ‘Hai, apa yang kamu lakukan di sini? Pergi dan masak borshch (sup tradisional Ukraina). Saya merasa sangat tersinggung pada saat itu dan berpikir apakah kamu bercanda? Saya bisa berada di dapur, tetapi saya juga bisa menjatuhkanmu,” gerutu Evgeniya.(wartabanjar.com/berbagai sumber)

editor: didik tm