73 Hotspot Terdeteksi di HSS, Karhutla Menyebar di Tujuh Kecamatan

“Asap tebal yang dihasilkan dari kebakaran mengancam kualitas udara dan dapat menyebabkan masalah pernapasan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia,” ujarnya.

Belum lagi kerugian secara finansial, di mana yang ikut terbakar termasuk lahan pertanian dan kebun warga masih produktif.

“Tentunya akan berdampak pada mata pencaharian warga yang memiliki mata pencarian dari pertanian dan perkebunan,” katanya.

Untuk menghadapi tantangan ini, lanjut dia, diperlukan koordinasi yang erat antara berbagai pihak terkait, termasuk lembaga pemerintah, swasta, dan masyarakat.

Langkah-langkah preventif dan pemadaman yang efektif harus ditingkatkan untuk mengurangi risiko karhutla di masa mendatang.

Selain itu, upaya edukasi dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian hutan dan lahan juga perlu ditingkatkan. Pendekatan ini akan membantu mengurangi tindakan yang dapat memicu karhutla, seperti pembukaan lahan dengan membakar.

“Kita harus berpartisipasi aktif menjaga keberlanjutan lingkungan dan mencegah karhutla. Dengan upaya bersama, diharapkan wilayah HSS dan seluruh Indonesia terhindar dari ancaman kebakaran hutan dan lahan di masa depan,” tutupnya. (edj/berbagai sumber)

Editor: Erna Djedi