WARTABANJAR.COM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis kondisi cuaca untuk sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Kalimantan Selatan, Senin, (24/7/2023).

Dilansir dari BMKG, untuk wilayah Kalimantan Selatan, hari ini berpotensi cerah dan cerah berawan sepanjang siang hingga malam hari.

Seperti Kota Banjarmasin dan Banjarbaru, seperti dikutp dari laman bmkg.go.id, dari pagi hingga dini hari esok cuaca Cerah Berawan,

BACA JUGA: Info Cuaca 33 Kota Besar Sabtu 22 Juli 2023, BMKG: Banjarmasin dan Pelangkaraya Cerah Berawan Seharian

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem

BMKG mengungkapkan, Siklon Tropis Doksuri terpantau di Laut Filipina dengan kecepatan angin maksimum 50 knot (95 km/jam) dan tekanan udara minimum 990 hPa yang bergerak ke arah barat barat laut.

Intensitas siklon tropis tersebut diprakirakan akan meningkat dalam 24 jam ke depan.

Sistem tersebut menginduksi peningkatan kecepatan angin >25 knot (low level jet) yang memanjang di Laut Filipina.

Daerah Pertemuan/Perlambatan Kecepatan Angin (Konvergensi) terpantau memanjang di Samudra Hindia barat Bengkulu-Sumatera Utara, dari Sumatera Utara hingga Selat Malaka, dari Riau hingga perairan timur Riau, dari Sulawesi Barat hingga Selat Makassar bagian utara, dari Papua Barat hingga perairan utara Papua Barat, di Papua, dan di Samudra Pasifik utara Papua.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan, kecepatan angin, dan ketinggian gelombang laut di sekitar wilayah siklon tropis dan di sepanjang daerah low level jet/daerah konvergensi tersebut.

Wilayah yang berpotensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang:

Kep. Bangka Belitung

Lampung

Kalimantan Utara

Kalimantan Timur

Sulawesi Utara

Sulawesi Tengah

Maluku Utara

Maluku

Papua Barat

Papua

Wilayah yang berpotensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang:

Sumatera Selatan

Nusa Tenggara Barat

Nusa Tenggara Timur

Wilayah yang berpotensi angin kencang:

Aceh

Bali.

Peringatan Dini Gelombang Tinggi

BMKG menyebutkan, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Selatan - Barat Daya dengan kecepatan angin berkisar 5 - 30 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Timur - Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 5 - 30 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan utara Sabang dan Laut Arafuru.

Kondisi Laut

Area Perairan dengan Gelombang Sedang (1.25 - 2.50 M)

Perairan Timur Kep. Nias

Perairan Selatan Flores

Selat Sumba

Selat Sape bagian Selatan

Laut Sawu bagian Utara

Laut Timor

Laut Natuna Utara

Perairan Kep. Anambas – Kep. Natuna

Laut Natuna

Perairan Kep. Lingga – Bintan

Selat Karimata

Laut Jawa

Perairan Selatan Kalimantan

Perairan Kota Baru


Laut Sumbawa

Selat Makasar bagian Selatan

Perairan Kep. Selayar – Sabalana

Perairan Baubau – Kep. Wakatobi

Perairan Manui – Kendari

Laut Flores

Perairan Kep. Sula

Perairan Selatan P. Buru – P. Seram

Perairan Utara Kep. Sermata – Kep. Tanimbar

Perairan Amamapare

Perairan Fakfak – Kaimana

Laut Seram bagian Timur

Perairan Sorong – Raja Ampat

Perairan Selatan Sulawesi Utara

Laut Maluku

Perairan Kep. Sangihe

Perairan Halmahera

Laut Halmahera

Perairan Utara Papua Barat

Samudra Pasifik Utara Halmahera - Papua Barat

Area Perairan dengan Gelombang Tinggi (2.50 - 4.0 M)

Selat Malaka bagian Utara

Perairan Barat Aceh hingga Kep. Mentawai

Samudra Hindia Barat Kep. Nias hingga Kep. Mentawai

Perairan Bengkulu

Perairan Enggano – Barat Lampung

Selat Sunda bagian Barat dan Utara

Perairan Selatan Jawa hingga P. Sumba

Selat Bali – Lombok – Alas bagian Selatan

Perairan P. Sawu – P. Rote

Laut Sawu bagian Selatan

Samudra Hindia Selatan NTT

Perairan Kep. Talaud

Laut Banda

Perairan Selatan Kep. Sermata - Kep. Tanimbar

Perairan Selatan Kep. Kai – Kep. Aru

Laut Arafuru

Area Perairan dengan Gelombang Sangat Tinggi (4.0 - 6.0 M)

Perairan Utara Sabang

Samudra Hindia Barat Aceh

Samudra Hindia Barat Bengkulu hingga Lampung

Samudra Hindia Selatan Jawa hingga NTB

Saran Keselamatan.

BACA JUGA:

Imbauan BMKG

BMKG mengimbau agar masyarakat memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran, seperti:

- Perahu Nelayan (Kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m)

- Kapal Tongkang (Kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m)

- Kapal Ferry (Kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m)

- Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (Kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m)

Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi diminta tetap selalu waspada.(wartabanjar.com/berbagai sumber)

editor: didik tm