Pasokan Ayam Ras Aman Meski Diekspor ke Singapura

“Masih kecilnya jumlah ekspor produksi unggas ini kami yakini tidak akan berpengaruh terhadap pemenuhan produksi di dalam negeri, sepanjang pengaturan tata niaga dan manajemen surplus produksi dilakukan secara bersinergi,” kata Nasrullah

Sementara itu, Tri Melasari menjelaskan, Indonesia untuk pertama kalinya berhasil melakukan ekspor uji coba perdana ayam hidup ke Singapura. Ekspor tersebut dilakukan 13 Mei 2023 dengan jumlah 23.040 ekor atau setara 41,47 ton.

“Keberhasilan itu melanjutkan, keberhasilan Indonesia yang telah mengekspor ayam potong beku dan produk ayam olahan sejak Juni 2022,” ungkap Mela.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan pengiriman kedua ayam hidup ke Singapura, dilakukan 7 Juli 2023 lalu, dengan jumlah 35.696 ekor ekor atau setara 64,25 ton. Sehingga total pengiriman ayam hidup ke Singapura dari Bintan hanya sebanyak 105,72 ton.

“Jika dijumlahkan angka realisasi ekspor Januari – Mei ditambah dengan jumlah ayam hidup yang dikirim dari Bintan ke Singapura sekitar 0,08 persen total potensi surplus produksi daging ayam secara nasional atau setara 304,08 ton” ungkap Mela.

Lebih lanjut Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan harga petugas pelayanan informasi pasar Ditjen PKH, harga ayam hidup di tingkat peternak pada minggu ke 4 bulan Juni rerata nasional sebesar Rp24.518/ kg dan pada minggu pertama Bulan Juli secara rerata sebesar Rp24.131/ kg.

“Tentunya hal ini menunjukkan tidak ada lonjakan harga di tingkat peternak, sekaligus menunjukkan bahwa dari sisi produksi ayam sangat cukup sesuai permintaan pasar,” pungkasnya.(rls)

Editor Restu