Walaupun supermoon paling kecil, Buck Moon menjadi salah satu bulan purnama yang menggantung paling rendah dalam setahun.
Hal ini bisa terlihat jelas di belahan Bumi Utara.
Pada dasarnya, bulan purnama mencerminkan posisi Matahari di siang hari.
Saat matahari berada di titik paling tinggi di langit siang bumi belahan utara, bulan purnama akan berada pada titik terendahnya.
Kebalikannya terjadi di bulan Desember.
Kala itu bulan berada di titik tertinggi pada malam hari bahkan terjadi di atas garis khatulistiwa.
Supermoon selanjutnya akan terjadi pada tanggal 1 Agustus dengan nama Sturgeon Moon yang akan berjarak 357.530 km dari bumi.
Fakta Menarik Supermoon:
Berikut ini beberapa fakta menarik supermoon, dilansir dari laman space.com:
1. Cahaya supermoon 30 persen lebih terang
Saat fenomena supermoon, bulan purnama akan tampak 30 persen lebih terang sehingga banyak orang yang membayangkan akan melihat bulan purnama yang sangat terang.
Namun, persentase tersebut bukan perbandingan dengan bulan purnama pada jarak rata-rata mereka dari Bumi, melainkan dibandingkan dengan di jarak terjauh mereka dari Bumi (apogee).
Sehingga, peningkatan 30 persen dalam pencahayaan bulan (ukuran jumlah cahaya per unit area) sama dengan peningkatan kecerahan hanya sebesar 0,28 dan hampir tidak terlihat oleh mata.
2. Ukuran supermoon 14 persen lebih besar
Saat terjadi supermoon, bulan purnama akan tampak 14 persen lebih besar.
Hal ini yang membuatnya berbeda dengan fenomena purnama lainnya.
Berkat kekuatan sugesti tersebut, sejumlah orang akan merasa bahwa saat fenomena supermoon, bulan purnama akan tampak luar biasa.