Saat itulah, mereka mengintip PlN milik korban dan kemudian meneruskan informasi tersebut kepada rekannya yang sudah menerima kartu ATM milik korban.
Rekan pelaku segera mendatangi mesin ATM yang lain untuk kemudian menguras isi rekening korban hingga belasan juta raib.
Hal ini harus segera dilakukan sebelum korban tersadar dan menghubungi pihak bank untuk memblokir kartu.
Kalaupun kode PIN dari kartu ATM korban gagal didapat, maka pelaku akan menyarankan untuk menghubungi call center palsu yang nomornya sudah ditempel di mesin ATM tersebut.
Rekan pelaku yang bertindak seolah menjadi petugas call center akan membimbing pelaku untuk memasukkan kode PIN.
Setelah mendapat PIN dari korban, mereka segera menguras rekening korban.
“Untuk siapa saja yang mengalami masalah di mesin ATM, jangan pernah percaya dengan instruksi dari orang yang tidak dikenal. Sebaiknya segera hubungi petugas melalui call centre asli dan jangan tinggalkan mesin ATM sebelum Anda mendapatkan kepastian nasib kartu ATM Anda,” dalam keterangan akun andreli_48.(aqu)
Editor Restu







