Oleh : Harry Budiman (Praktisi Karate & Beladiri Praktis)
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Salah satu bentuk kekerasan yang dilakukan lawan adalah melakukan tindihan saat korban terjatuh baik dalam posisi terlentang maupun telungkup.
Kita ambil contoh korban jatuh terlentang, lantas pelaku segera melakukan tindihan dengan cara duduk di atas perut korban dan melanjutkan dengan cekikan atau pukulan bertubi-tubi.
Dalam kejadian seperti ini diperlukan teknik beladiri bawah atau ground defense yang baik. Sebab dalam posisi ditindih seperti itu menghambat pergerakan tubuh dan pernapasan.
Sebagai pengenalan teknik dasar, Anda bisa simak artikel terdahulu tentang ground defense yang mengajarkan basic teknik beladiri bawah.
Jadi dalam kondisi ditindih seperti itu yang perlu diperhatikan adalah segera mengangkat kedua lutut membuntuk sudut 45 derajat. Ini adalah base atau pondasi untuk teknik selanjutnya.
Pondasi sudah terpasang, berikutnya tahan tangan pelaku (salah satu atau keduanya) yang dekat dengan tubuh kita misal tangan pelaku yang mencengkram kerah atau mencekik leher.
Dalam posisi ini, kedua lutut menekuk dan tangan kita berhasil menahan atau menangkap tangan lawan, kita sudah siap melakukan teknik membalik tubuh lawan.
Menggunakan otot paha kita, lakukan dongkrakan atau ungkitan dibantu angkatan pinggul kita. Jika ini dilakukan secara konstan maka seketika lawan hilang keseimbangan dan mudah dibalik.
Putar badan kita dengan bantuan tumpuan salah satu kaki dan balik tubuh lawan sehingga posisi menjadi lawan di bawah dan kita di atas.
