Keempat orang berhasil bertahan dengan menggunakan dry box kedap air selebar dua kali papan catur dengan tinggi sekitar 30 cm sebagai pelampung.
Setelah 20 jam terombang ambing di lautan luas, di kegelapan malam yang dingin, paginya mereka berempat terdampar di pulau kecil yang tidak berpenghuni.
Pulau itu hanya ditumbuhi pohon bakau dan tidak ada air bersih.
“Untung hujan jadi kami bisa minum air hujan. Juga ada genangan air hujan yang tertampung di akar-akar pohon,” tutur Doddy.
Saat mulai kelaparan, Medina berinisiatif memakan siput laut mentah-mentah. Setelah korek api gas yang mereka bawa berfungsi, siput itu dipanggang.
“Empat hari kami bertahan dengan cara itu sebelum ditemukan tim SAR,” ungkap Wendy.
Di Kick Andy, keempat kru Jejak Petualang itu mengungkapkan perasaan mereka selama di laut dan di pulau serta kenangan mereka terhadap Bagus Dwi yang masih terus dicari.
“Tuhan, lindungilah anak kami. Biarlah Bagus dapat kembali berkumpul bersama keluarga lagi,” doa itu dipanjatkan oleh ayah dan ibu Bagus, yang tetap berharap anak mereka selamat dan saat ini sedang berada di suatu tempat yang belum ditemukan hingga kini.(aqu/kickandy)
Editor Restu






