“Ya, ternyata dia sudah melakukan hubungan seksual, dua wanita satu laki. Dia bayar, karena si anak laki ini sudah mempelajari (cari keuntungan). Kejahatan inikan dipelajari ya,” pungkasnya.
Menurutnya, anak perempuan itu awalnya adalah korban. Namun lambat laun ia malah jadi pelaku.
Hal ini karena ada beberapa faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak, terutama adalah lingkungan.
“Mereka tinggal di daerah yang tidak ada norma. Biasanya di kampung yang rumahnya berdekatan sekali. Sehingga terbiasa mendengar tetangga mengeluarkan kata-kata kasar, mendengar tetangga berantem, itu biasa. Itu daerah anomi. Nah itu kan potret masyarakat kita,” jelasnya. (berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi