Pembangunan masjid yang berada langsung tiga tahun lebih itu menelan biaya tidak kurang Rp14 miliar lebih dan lahannya merupakan milik Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta.
Sebelumnya, rumah ibadah ini bernama Langgar Kalimantan yang dibangun sejak 1943, selanjutnya menjadi masjid.
Masjid Quwwatul Islam didesain dengan arsitektur perpaduan lslam dengan corak Kalsel. Corak khas Kalsel nampak pada bangunan masjid bisa dilihat dari bentuk atapnya menyerupai Masjid Sultan Suriansyah di Banjarmasin dan pernak-perniknya.
Sementara unsur budaya lokal Yogyakarta terletak pada menara golong giling. Paman Birin mengatakan, terjaganya hubungan baik atau harmonisasi warga Banjar dengan pemerintah daerah setempat.(aqu/mc kalsel)
Editor Restu







