HOROR! Warga Temukan Buaya Raksasa Tanpa Kepala, Dibunuh Manusia atau Dimansa Binatang?

    WARTABANJAR.COM, QUEENSLAND – Penduduk di sebuah pantai terkenal di Australia geger setelah penamuan buaya besar tanpa kepala.
    Saat diperiksa, buaya itu dalam keadaan membusuk. Beberapa penduduk menduga bahwa kepala buaya itu sengaja dipenggal.

    Mereka mengira jika ini merupakan tindakan balas dendam menyusul serentetan serangan buaya baru-baru ini terhadap manusia di sepanjang pantai Queensland antara Port Douglas dan Cooktown, menurut news.com.au.

    Namun masih belum jelas bagaimana buaya raksasa sepanjang 4 meter itu mati, menurut Departemen Lingkungan dan Sains Queensland (DES).

    Beberapa penduduk berpendapat mutilasi itu bisa jadi tindakan balas dendam menyusul serentetan serangan buaya terhadap manusia di sepanjang pantai Queensland. Namun masih belum jelas bagaimana buaya raksasa sepanjang 4 meter itu terbunuh, di mana bangkainya ditemukan di Cow Way Beach.

    Queensland Department for Environment and Science (DES) menyebut bangkainya sudah parah sehingga tak bisa dilakukan penyelidikan. “Karena pembusukan, tidak dapat ditentukan apakah ada campur tangan manusia. Mungkin buaya itu dipenggal sebelum atau sesudah mati secara alami,” sebut DES.

    Seperti dikutip dari Live Science, sebagian warga lokal meragukan buaya itu dimangsa binatang lain. Menurut mereka, pelakunya adalah manusia.

    “Klaim DES benar-benar konyol. Saya bersama bangkai itu selama 3 jam dan sama sekali tak ada tanda menunjukkan buaya telah membunuhnya dan mencabik-cabiknya. Bekas parang yang sangat jelas ada di tubuh dan di sekitar area leher di mana kepalanya dipenggal,” Kata Tom Chalmers Hayes, fotografer buaya dan konservasionis.

    Berdasarkan ukurannya, buaya jantan besar ini lebih dilindungi daripada individu lebih kecil, di bawah undang-undang konservasi Queensland. Ahli herpetologi memperkirakan usianya setidaknya 30 hingga 40 tahun dan merupakan predator puncak.

    Hilangnya buaya jantan raksasa seperti ini bisa mengganggu tatanan sosial buaya lain di kawasan. “Karena kita baru mulai memahami sistem sosial buaya, sulit untuk memprediksi bagaimana hilangnya seekor buaya jantan besar akan berdampak pada buaya yang tersisa di daerah tersebut,” kata Cameron Bakers, peneliti di Universitas Charles Darwin.

    “Namun hal itu kemungkinan akan menghadirkan periode kerusuhan sosial dan perubahan populasi saat individu buaya mencoba menentukan di mana mereka berada dalam hierarki sosial baru, akibat hilangnya pejantan besar ini,” cetusnya.(wartabanjar.com/berbagai sumber)

    editor : didik tm

    Baca Juga :   Pilu, Mahasiswi di Jogja Pamit Kerja Naik Motor Beat Ditemukan Mengapung di Kali Code

    Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

    BERITA LAINNYA

    TERBARU HARI INI