Alotaibi mengatakan kepada Arab News bahwa itu berarti ternak lebih rentan terhadap pencurian, misalnya, dan pada suatu kesempatan dia kehilangan 120 domba karena pencuri saat bisnisnya sedang mempersiapkan pesanan pengiriman untuk sejumlah besar pelanggan satu atau dua minggu sebelum Idul Fitri.
Ketika ditanya apa yang harus dicari orang saat membeli daging, Alotaibi mengatakan bahwa cara pengolahan dan penyimpanannya tidak kalah pentingnya dengan kualitas awal daging itu sendiri.
Seringkali, orang mencari apa yang mereka anggap sebagai daging paling segar di toko bahan makanan lokal mereka tanpa memperhatikan cara penyimpanannya, tambahnya.
Khalil Mohammed, seorang tukang daging di sebuah supermarket di Riyadh utara, menjelaskan bagaimana dia memastikan daging tetap dalam kondisi terbaiknya.
“Dagingnya kita cuci dulu setelah kita kuliti dombanya,” ujarnya. “Kemudian kami membungkus daging dengan kain putih. Setelah itu, daging harus disimpan di lemari pendingin dengan suhu dingin berkisar antara 0 hingga 5 derajat Celcius.”
Menurutnya, suhu penyimpanan menjadi kunci untuk memastikan kualitas daging tetap tinggi.
Semakin rendah suhunya, semakin besar kemungkinannya untuk tetap segar dan beraroma lebih lama.
Dalam hal kualitas daging itu sendiri, Mohammed mengatakan bahwa “rasio daging dengan lemak itu penting,” bersama dengan kualitas perawatan hewan yang diterima hewan tersebut.
“Hewan tersebut harus diperiksa oleh dokter hewan sebelum dipotong, untuk memastikan kesehatannya,” jelasnya.
Idul Fitri, yang dimulai pada hari Jumat di Arab Saudi, menandai akhir bulan suci Ramadhan dan dimulainya tiga hari perayaan dan pertemuan keluarga. (edj)
Editor: Erna Djedi







