Ia menyebut kemungkinan pemerintah dan NU merayakan Idul Fitri bersama dengan menjalani puasa selama 30 hari.
“Sedangkan NU dan Pemerintah akan melihat hasil ru’yah. Namun, hampir bisa dipastikan hilal 1° – 2° itu TIDAK akan terlihat di Indonesia. Apalagi ada kesepakatan BIMS di 3°.Sangat mungkin NU dan Pemerintah lebaran, Sabtu 22 April 2023. Artinya Ramadhan 1444 H jadi 30 hari,” lanjutnya.
Perbedaan merayakan Hari Raya Idul Fitri, bukan kali pertama dilakukan di Indonesia. Meski begitu, Tifatul Sembiring, tetap mengingatkan untuk tetap menjaga persatuan.
“Meski beda, namun persatuan tetap di jaga…oke…😊.Prinsipnya juga, walau beda, yg penting puasa Ramadhan tidak boleh kurang dari 29 hari, tak boleh lebih dari 30 hari…😉Wassalam…,” tandasnya.(aqu)
Editor Restu







