Undangan Salat Gerhana Matahari, Berikut Amalan dan Hikmah Saat Terjadinya Fenomena Alam Tersebut

WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Kementerian Agama Provinsi Kalilmantan Selatan mengundang dewan guru, siswa dan siswi madrasah se Kota Banjarmasin serta masyarakat umum untuk melaksanakan Salat Gerhana Matahari di ruang induk Masjid Raya Sabillal Muhtadin pukul 10.00 Wita, Kamis (20/4/2023) lusa.

Bertindak sebagai khatib pada Salat Gerhana Matahari itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Kalsel, H Muhammad Tambrin.

Baca Juga : Hampir Ribuan Warga di Kecamatan Simpang Empat Terima Zakat dari Jhonlin Group dan Lazis Assalam Fil Alamin

Dalam pandangan Islam, peristiwa gerhana, baik matahari atau bulan, merupakan peristiwa yang menunjukkan tanda-tanda kebesaran Allah.

Diungkapkan Ustad Muhammad Rijal Fathoni, Selasa (18/4/2023). Lebih lanjut Ustad Rijal mengatakan, sebagaimana hadis dari Baginda Nabi Muhammad Saw mengenai peristiwa gerhana.

Telah menceritakan kepada kami, Abu Al Walid berkata, telah menceritakan kepada kami, Zaidah berkata, telah menceritakan kepada kami, Ziyad bin ‘Ilaqah, dia berkata:
Aku mendengar Al-Mughirah bin Syu’bah berkata, “Telah terjadi gerhana matahari ketika wafatnya Ibrahim. Kemudian Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah, dan ia tidak akan mengalami gerhana disebabkan karena mati atau hidupnya seseorang. Jika kalian melihat gerhana keduanya, maka berdoalah kepada Allah dan dirikan salat hingga (matahari) kembali tampak.” (HR. Bukhari).

Lanjut Ustad Rijal, bagi sebagian orang, fenomena gerhana matahari dan bulan hanya kejadian astronomi saja yang acapkali menjadi tontonan ramai-ramai. Namun bagi orang beriman, fenomena gerhana adalah bukti kekuasaan dan kebesaran Allah SWT.

Peristiwa gerhana sejatinya membuat seorang hamba merasa rendah di hadapan Sang Pencipta. Dalam QS Fushshilat ayat 37, Allah SWT berfirman,

Artinya: “Dan sebagian dari tanda-tanda kebesaran-Nya ialah malam, siang, mata-hari dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan jangan (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.” (Ayat Al-Qur’an terkait dapat dilihat di sini)

Ketika peristiwa gerhana terjadi, Islam menganjurkan pemeluknya untuk melakukan beberapa amalan, di antaranya sebagai berikut.

  1. Perbanyak doa hingga sedekah