“Alhamdulillah kegiatan berjalan dengan lancar, kita rutin mengadakan kegiatan ramadan namun untuk sunatan masal ini baru pertama kali,” ucap Fajrin.
Dalam pelaksanaanya, ia membeberkan, kegiatan sunatan masal dilaksanakan dengan membagi beberapa sesi.
“Jadi kegiatan dilakukan sejak jam 8 pagi hingga 1 siang, dengan bergantian sepuluh orang masuk,” bebernya.
Fajrin mengungkapkan, untuk sunat ini menggunakan metode modern yaitu sunat ring yang prosedurnya dengan cincin plastik.
“Jadi kita menggunakan metode modern ring yang juga memakai alat bius tanpa jarum suntik,” ungkap Fajrin.
“Alhamdulillah, tadi terlihat beberapa anak setelah disunat langsung bisa jalan dan tidak merasa sakit,” tambahnya.
Fajrin juga membeberkan, kegiatan sunatan masal tersebut diikuti anak-anak baik dari murid MDIM Kindaung sendiri maupun dari masyarakat sekitar.
“Kegiatan ini terbuka untuk umum guna membantu memfasilitasi masyarakat sekitar yang anaknya belum disunat,” beber Fajrin.
Disamping itu, salah satu peserta Sunan, Muhammad Farhan Amsyar, yang merupakan murid MDIM Kindaung yang menjadi peserta sunatan massal tersebut, mengaku tidak merasakan rasa sakit setelah disunat.
“Tidak sakit, biasa saja,” ujar Farhan.
Orang tua Farhan mengucapkan, terimakasih kepada MDIM Kindaung dan mengapresiasi atas terlaksananya kegiatan tersebut.
“Sangat bagus sekali dilaksanakan kegiatan sunatan massal, saya sangat berterimakasih kepada pihak sekolah yang telah melaksanakan dan rumah sunat Al Hafidz,” pungkasnya. (Qyu)
Editor Restu