Alasan JD.ID Tutup
Pihak JD.ID tidak mengumbar alasan mengapa mereka gulung tikar alias angkat kaki dari pasar Indonesia. Namun, hal ini kemungkinan berhubungan dengan bisnis mereka di Tanah Air yang kurang sehat.
Pada Desember 2022 lalu, misalnya, JD.ID melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 200 karyawannya. Saat itu pihak JD.ID mengatakan bahwa PHK ini dilakukan untuk adaptasi dan menghadapi tantangan bisnis.
Selain itu, JD.ID juga telah menonaktifkan layanan logistiknya, yaitu JDL Express, pada 22 Januari lalu.
Dikutip dari halaman resmi JD.ID, platform jual beli online ini merupakan anak perusahaan dari salah satu toko online terbesar di Asia (JD.com).
Di Indonesia, JD.ID hadir melayani kebutuhan belanja online masyarakat Tanah Air pada 2015 lalu dengan slogan #DijaminORI.
Lewat tagline ini, JD.ID menjamin seluruh barang yang dijual di platform mereka orisinal alias asli, sehingga pengguna tak perlu khawatir tertipu dengan barang palsu atau tiruan.
Namun setelah kurang lebih tujuh tahun melayani konsumen Indonesia, JD.ID terpaksa harus gulung tikar dan minggat dari Tanah Air.
“JD.ID menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pelanggan, penjual, mitra, dan karyawan atas dukungan yang telah diberikan dalam perjalanan kami selama ini,” tulis JD.ID.(wartabanjar.com/berbagai sumber)
editor : didik tm
Hari Ini, JD.ID Resmi Tutup Total Layanan di Indonesia, Bangkrut?







