Namun, dirinya tetap melakukannya untuk bisa memperoleh uang tambahan. Ia bisa memperoleh uang hingga 100 ringgit Malaysia (sekitar Rp 340.000) per hari.
Namun harus dipotong biaya angkun 40 ringgit Malaysia per hari untuk membayar ongkos berangkat dan pulang dengan Grab.
Saya dapat hampir 100 ringgit Malaysia sehari, tapi biaya transportasi ke sini (Masjid Jamek) dan pulang sampai 40 ringit Malaysia.
“Saya tidak suka duduk di rumah, suami saya tidak membiarkan saya mengemis, tapi saya melakukannya untuk mendapatkan lebih banyak uang,” katanya.
Ia mengaku, dirinya masuk ke Malaysia secara ilegal pada 2019 dan pernah dipulangkan ke Indonesia pada 2018 lalu.
Dalam operasi tersebut, petugas JKM Malaysia juga mendapati pengemis tu a yang diyakini menyamar sebagai penyangdang tunanetra.(aqu/berbagai sumber)
Editor Restu







