6 dari 10 Orang Inggris Alami Kabut Otak Sejak Pandemi Covid-19

Psikiater Dr Luca Sforzini, dari King’s College London’s Institute of Psychiatry, Psychology and Neuroscience, mengatakan bahwa ‘stres kronis memang menyebabkan tingkat kortisol yang lebih tinggi dari normal’, dan bahwa efek pada ingatan bisa ‘berdampak dan merugikan’. Dia juga mengatakan ‘fungsi eksekutif’, seperti kemampuan untuk fokus dan merencanakan ke depan, juga bisa dikompromikan.

Pandemi tentu menambah tekanan pada kehidupan banyak orang, tambah Dr Sforzini. Namun dia menekankan bahwa tidak semua orang bereaksi terhadap stres yang sama dengan cara yang sama.

Hal ini didukung oleh laporan kesehatan mental dan kesejahteraan Pemerintah April lalu yang menemukan bahwa orang tua yang direkomendasikan untuk melindungi cenderung mengalami tingkat depresi dan kecemasan yang lebih tinggi daripada orang lain pada usia yang sama yang tidak.

Laporan yang sama menemukan bahwa prevalensi gejala depresi yang ‘signifikan secara klinis’ hampir dua kali lipat dari 12,5 persen sebelum pandemi menjadi 22,6 persen pada musim panas 2020. Pada akhir musim gugur, angka itu meningkat lebih jauh menjadi 28,5 persen.

Dr Ferrer menyarankan bahwa untuk meningkatkan daya ingat dan kognisi, orang harus makan dengan sehat, mengurangi alkohol dan pastikan untuk cukup tidur.

Selama pandemi, badan amal Pusat Kesehatan Mental memperkirakan bahwa hingga sepuluh juta orang Inggris mungkin membutuhkan dukungan kesehatan mental setelahnya. (edj)