Selain itu, GAPKI juga mengutus Sekretaris GAPKI Kalsel untuk terjun langsung mendampingi klaster-klaster atau kelompok ternak melalui SISKA Supporting Program (SSP) bersama Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel.
“Sejauh ini SISKA KU INTIP menunjukan hasil yang sangat membanggakan, selain terbentuknya 15 Klaster yang tersebar di lima Kabupaten, seperti Tanah Bumbu, Kotabaru, Tanah Laut, Barito Kuala dan Tabalong, program ini juga sudah masuk dalam Program Kerja GAPKI Nasional yang diusulkan GAPKI Kalsel sebagai Kemitraan Lainnya (pengganti) Kewajiban Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat (FPKM) seluas 20 persen,” jelas Hero Setiawan.
Dia juga menjelaskan, dari beberapa perusahaan sawit yang ada di Kalsel, hanya enam perusahaan yang telah mengimplemtasikan SISKA KU INTIP mendapatkan penghargaan SISKA ini, antara lain, PT BKB, Siska Ranch, Jhonlin Group, Astra Agro Lestari, GMK dan Candi Arta, serta dua koperasi.
Program SISKA KU INTIP dilakukan dalam rangka mendukung pengendalian inflasi daerah serta percepatan swasembada sapi, meningkatkan ketahanan pangan, membangun ekonomi hijau (Green Economy) dan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan. (*)
Baca Juga : Jhonlin Group Raih 4 Penghargaan Wajib Pajak
Editor : Hasby







