Menurutnya, biasanya pedagang dan masyarakat mempersiapkan beragam macam hidangan pada hari raya sehingga permintaan pun akan melonjak tinggi.
“Kami harap dalam fase ini, kita dapat menjaga pasokan tetap aman dan distribusi lancar. Fase kedua ini banyak terjadi kendala di distribusi karena beberapa komoditas harus terganggu dengan adanya arus mudik lebaran,” tutur Abdullah.
Lebih lanjut, pada fase ketiga, yakni 2-3 hari setelah Lebaran di mana banyak komoditas tidak dapat ditemui di pasar tradisional karena banyaknya pedagang yang masih mudik dan tidak memiliki stok.
“Fase ini juga rawan, kami berharap pemerintah juga mengantisipasi fase ini agar masyarakat bisa tersenyum dan lancar menjalankan Ramadan dan Idulfitri tahun 2023,” kata Abdullah.
Selain itu, menurut dia, kenaikan beberapa komoditas pangan menjelang Ramadan ini membuat pedagang lebih kerja keras dalam melakukan distribusi pangan karena kenaikan permintaannya akan lebih dari 50 persen mulai fase pertama.
“Kami meminta pemerintah lebih aktif dan lebih serius dalam menyelesaikan persoalan harga pangan yang terjadi saat ini,” katanya. (berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi







