WARTABANJAR.COM, JAKARTA – PT Pertamina (Persero) diam-diam melakukan upaya agar terhindar dari tuntutan keluarga korban tewas kebakaran depo plumpang di Tanah Merah, Koja, Jakarta Utara.
Akibatnya keluarga korban tewas kebakaran Depo Pertamina Plumpang marah usai disodori surat pernyataan tak akan menuntut PT Pertamina. Mereka pun menolak perlakuan semena-mena oleh oknum pengirim titipan surat dari Pertamina di RS Polri Kramat Jati.
Keluarga dari salah satu korban atas nama Sumiati (71), Acep Hidayat (53) menuturkan bahwa kejadian itu berlangsung saat dia ingin mengeluarkan jenazah korban dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Pada saat itu, ada pria yang tiba-tiba menyodorkan sepucuk surat pernyataan tidak boleh menuntut perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut, dengan imbalan diberi uang senilai Rp10 juta per jenazah.
“Saya tolak uang tersebut, saya bilang bagaimana kalau dibalik? Saya bunuh kamu, lalu saya kasih Rp10 juta ke istrimu, mau? Kami tidak mau diperlakukan semena-mena,” kata kepada wartawan di Jakarta Utara, Rabu, 9 Maret 2023.
Menurut informasi perusahaan plat merah itu menyodorkan surat pernyataan ke keluarga korban yang dibarengi dengan pemberian uang santunan Rp 10 juta.
Hal itu pun memicu kemarahan keluarga korban yang masih dalam keadaan berkabung.
Saat pengambilan jenazah
Rohma, anak dari salah satu korban tewas bernama Iriana (61), menjelaskan bahwa ada pihak yang mengaku dari Pertamina menyodorkan sejumlah surat kepadanya.
Menurut Rohma, surat tersebut ditandatangani saat mengambil jenazah orangtuanya yang menjadi korban kebakaran Depo Plumpang di RS Polri, Kramat Jati pada Minggu (5/3/2023).
Saat itu, Rohma mengaku bahwa ia dan keluarganya tidak membaca lebih lanjut mengenai surat yang disodorkan lantaran masih dalam keadaan berduka dan ingin segera memakamkan orangtuanya.
Namun, setibanya di rumah usai pemakaman Iriana, keluarga terkejut saat membaca isi surat bermaterai tersebut.
Baca juga: Usai Diberi Rp 10 Juta, Keluarga Korban Kebakaran Mengaku Disodorkan Surat Tidak Gugat Pertamina
Pasalnya, isi di dalam surat itu menyatakan keluarga menerima uang santunan sebesar Rp 10 juta dan tidak boleh ada gugatan ke Pertamina ke depannya.
Hal tersebut membuat Rohma mengaku kecewa lantaran pihak yang mengaku dari Pertamina dinilai sengaja memanfaatkan kondisi keluarga yang sedang berduka.
“Keluarga menandatangani sura itu dan terima uang Rp 10 juta karena dalam keadaan bingung saat ambil jenazah orangtua dan tidak sadar apa isi suratnya,” ujar Rohma dilansir dari Kompas TV, Senin (6/3/2023).
Dipanggil Pertamina
Anak dari Iriana lainnya, Irianto (45) mengaku mendapatkan panggilan usai membocorkan surat dari Pertamina itu.
“Orang saya gara-gara kayak gitu, saya dipanggil sama orang Pertamina. Saya disuruh datang ke sana,” kata Irianto pada Rabu (8/3/2023).
Panggilan tersebut datang setelah pihak yang diduga dari Pertamina menghubungi adiknya, Sulistiawaty, yang kini masih dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina karena turut menjadi korban luka akibat kebakaran.
“Kan sudah di-up, kan adik saya dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina, masih dirawat. Gara-gara saya ngomong kayak begitu, Rumah Sakit Pusat Pertamina pengin saya datang ke sana. Maksudnya apa? Kan enggak jelas juga,” imbuh dia.
Meski begitu, Irianto menegaskan bahwa saat ini ia belum memenuhi panggilan tersebut.
“Dia teleponnya ke adik saya. Adik saya sudah ketakutan saja, takut adik saya enggak diurus di sana, sama orang-orang Pertamina gara-gara saya bocorin itu,” ungkap Irianto.
Irianto pun meluapkan kekegeramannya dengan tindakan Pertamina itu.
“Ya kecewa. Mau enggak dia, misalnya dia punya keluarga, saya bayarin Rp 10 juta, saya suruh matiin. Kan begitu saja kalau bahasa kasarnya gitu,” kata Irianto.
Menolak mentah-mentah
Kejadian serupa juga dialami oleh keluarga Ria Putri (30).
Ria Putri merupakan ibu rumah tangga yang kehilangan empat anggota keluarga dari peristiwa mengerikan tersebut.
Keempatnya adalah ibu Ria bernama Suamiati alias Nenang (71), suami bernama Suheri (32), anak bernama Raffasya Zayid Athallah (4), dan keponakan bernama Trish Rhea Aprilita (12).
“Pas kita mau berdiri, kita dikasih surat gitu,” ungkap Ria Putri saat ditemui di rumah duka usai memakamkan Sumiati dan Rhea, Rabu.
Kendati demikian, Ria memastikan bahwa hingga saat ini keluarganya belum menandatangani surat tersebut. Ia menegaskan, tak tergiur dengan uang santunan dari Pertamina.
“Uang itu bisa dicari, tapi ini masalahnya keluarga saya, suami saya, anak saya, ibu saya, sama keponakan saya itu lebih penting,” tutur Ria.
Baru satu keluarga yang teken surat
Bambang Setiono, Ketua Rukun Warga (RW) 01, juga membenarkan ada warganya korban kebakaran yang menandatangani surat dari PT Pertamina itu.
Sepengetahuan Bambang, saat ini baru ada satu keluarga yang meneken surat itu, yakni dari keluarga Iriana.
Sebab, ia belum mendapatkan laporan dari keluarga korban lainnya.
“Ya isinya menerima santunan (Rp 10 juta) dan kedua, tidak akan menuntut pihak Pertamina. Itu saja,” ucap Bambang lagi.
Alasan Pertamina
Saat dikonfirmasi soal pemberian surat penryataan ke keluarga korban, Eksekutif General Manager Pertamina Patra Niaga Bagian Barat, Deny Djukardi, menyatakan akan menelusurinya.
Pihaknya bakal mengonfirmasi ke jajaran Pertamina Plumpang dan tim yang ada di lapangan, baik yang ada di lokasi kebakaran serta tim yang bersiaga di rumah sakit.
Menurut Deny, saat ini tim masih mendata ahli waris yang menjadi korban kebakaran pipa pengisian BBM di Depo Pertamina Plumpang.
“Kami akan meminta konfirmasi dengan tim kami di Plumpang, karena kami masih mendata masing-masing korban dan ahli waris,” ujar Deny.(wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor : DTM
Disodori Surat Pernyataan Tak Tuntut Pertamina, Keluarga Korban Tewas Marah dan Lakukan Ini
Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com