WARTABANJAR.COM – Kenaikan harga beras Banjar seperti siam, unus, dan mutiara diakibatkan oleh gagal panen, diserang hama serta faktor lainnya yang mengakibatkan berkurangnya produksi.
Hal tersebut disampaikan kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Birhasani saat memberikan tanggapan kenaikan harga beras yang terjadi saat ini.
“Jika ada sumber yang mengatakan beras yang dimaksud mengalami kenaikan adalah beras banjar lokal seperti mutiara, unus dan siam, itu adalah jenis beras bukan sekelas premium tapi lebih tinggi kualitas beras khususnya dan tidak ada aturan harga eceran tertinggi,” tegas Birhasani.
Baca Juga
BMKG Umumkan Kemunculan Siklon Tropis Freddy
Sementara itu, beras premium pemerintah kualitasnya dibawah daripada beras Banjar, dan saat ini harganya normal dan stoknya pun sangat banyak.







