Kemudian korban ditinggal oleh teman-temannya sehingga ia mengarang cerita kepada orang tuanya terkait penculikan tersebut.
“Anak ini dari belajar kelompok di salah satu rumah temannya. Kemudian dia ditinggal sama teman-temannya. Terus dia menyampaikan berita ketidakbenaran ini kepada orangtuanya. Setelah dari itu yang bersangkutan akhirnya berita penculikan itu tidak benar,” jelas Thirdy dalam konferensi pers di Mapolresta Balikpapan pada Rabu (1/2/2023) dikutip dari @lintas_balikpapan.
Ditanya soal kondisi korban, Thirdy memastikan dalam keadaan baik-baik saja. Bahkan korban masih ceria seperti anak seusianya pada umumnya.
“Korban sehat-sehat saja, tidak alami trauma. Saat ini di ruangan saya dan tadi juga bermain-main sama saya dan dia menikmati hari-harinya seperti biasa,” tuturnya.
Thirdy berharap masyarakat tidak panik atas kabar yang beredar tersebut. Ia meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap isu yang berkembang yang belum bisa dipastikan kebenarannya.
“Sehingga kita berharap saring sebelum sharing. Kita juga berharapkan hal-hal demikian tidak terjadi dan terulang kembali di Kota Balikpapan,” harapnya. (berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi







