ASITA Kalsel Bakal Gelar Travel Fair Kenalkan Wisata Banua ke Mancanegara
WARTABANJAR.COM,BANJAR - Peringatan HUT ke-52 Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Kalimantan Selatan (Kalsel) berlangsung dengan meriah, Sabtu (7/1/2023).
Acara HUT yang dibalut dengan kegiatan out bound di Kiram Park, Kabupaten Banjar itu mengusung tema "Membangun Pariwisata yang Kokoh dan Berkelanjutan".
Ketua ASITA Kalsel Hj Dewi Restina SE mengungkapkan saat ini ada 270 perusahan tour dan travel di Kalsel yang tergabung di ASITA.
Pada saat pandemi Covid 19 yang lalu dunia usaha pariwisata lesu, dan sekarang Dewi optimis pariwisata Kalsel bangkit lebih maju dan berkembang.
“Program ke depan kita akan melaksanakan travel fair dan lebih memperkenalkan wisata di Kalsel agar potensi wisata di Kalsel lebih dikenal, tidak cuma di Indonesia melainkan sampai ke Mancanegara,” ungkap Ketua ASITA Kalsel periode 2022 – 2027 ini.
BACA JUGA: Paman Birin Ajak Kafilah MTQ Nasional Kunjungi Wisata Kalsel
Untuk itu Dewi berharap agar kolaborasi dan sinergi antara pengusaha tour dan travel dengan berbagai pihak khususnya dengan pemerintah provinsi maupun kabupaten kota lebih ditingkatkan lagi.
“Dengan sinergi ini kita yakin Kalsel bisa lebih maju di sektor dunia pariwisatanya,” kata Dewi.
Apalagi saat ini pemberlakuan pembatasan kegiatan Masyarakat (PPKM) telah dicabut, hal ini justru cukup menggembirakan. “Karena kini penerbangan lebih leluasa tanpa banyak peraturan, sehingga kita mudah menawarkan paket wisata,” ujarnya.
Dewi juga mencontohkan pariwisata Kalsel yang berpotensi yaitu Tahura Sultan Adam dan wisata religi berupa ziarah ke Makam Datu Kalampayan dan Guru Sekumpul serta Haul Abah Guru Sekumpul yang mudah - mudahan bisa terlaksana tahun ini.
Sementara itu Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik dan Hukum, Sulkan mendukung berkembangnya pariwisata Kalsel.
“Pemprov Kalsel terus berupaya meningkatkan kualitas pariwisata baik akses, infrastruktur dan pemasaran,tetapi langkah tersebut tidak akan maksimal tanpa strategi branding untuk memperkenalkan destinasi wisata yang ada di Kalsel,” katanya.