Untuk itu, Sahbirin pun meminta agar melakukan tindakan antisipasi dan identifikasi politik identitas agar kerukunan umat tidak ternodai.
“Keluarga besar Kemenag bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat harus terdepan dalam membina dan membangun suasana rukun damai, agar perjalan dan tahapan pemilu dapat dinikmati sebagai pesta demokrasi dalam pengertian yang sesungguhnya,” tutur Sahbirin.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, Muhammad Tambrin mengatakan, siap berkoordinasi dengan tokoh agama, masyarakat, dan adat untuk menjaga suasana damai, harmoni, dan kondusif ditahun politik ini.
“Ini yang perlu kita tekankan, jaga perdamaian. Mari kita hindari politisasi agama, jangan sampai agama menjadi alat politik. Boleh berkampanye, tapi mohon tidak menggunakan rumah ibadah, tetapi gunakanlah tempat yang sesuai dengan ketentuan Bawaslu dan KPU,” ujar Tambrin. (edj/mc)
Editor: Erna Djedi







