Namun, kini perang telah memasuki bulan ke-10 dan Rusia bahkan dipukul mundur selama beberapa bulan ke belakang.
Meski fakta di lapangan berkata sebaliknya, Putin mengklaim operasi militernya berjalan sesuai rencana.
“Semuanya stabil. Tidak ada pertanyaan atau masalah di sana,” katanya.
Dia juga mengatakan pihaknya selalu transparan terhadap informasi yang diberikan kepada publik.
Terbaru, pada Kamis (8/12/2022) lalu, Putin mengakui sebuah serangan pada pembangkit listrik Ukraina dilakukan oleh pihaknya, namun Putin menyalahkan Ukraina karena memulai tren serangan ke infrastruktur warga sipil, salah satunya ledakan di jembatan utama antara daratan Rusia dan semenanjung Krimea.
“Tapi siapa yang memulainya? Ada banyak keributan tentang serangan kami terhadap infrastruktur energi negara tetangga. Ini tidak akan mengganggu misi tempur kami,” imbuhnya.
Di sisi lain, Ukraina membantah klaim Moskow bahwa serangan terhadap fasilitas energinya adalah pembalasan atas serangan jembatan Kerch.
Badan intelijen Pertahanan Ukraina mengklaim unit militer Rusia telah menerima instruksi dari Kremlin untuk mempersiapkan serangan rudal besar-besaran seminggu sebelum serangan Jembatan Krimea. (berbagai sumber)
Editor: Yayu
Baca Juga: Dua Hari Tak Keluar Rumah, Pony Ditemukan Tak Bernyawa di Rumahnya di Sungai Miai Dalam Banjarmasin







