UPTD PLDPI Aktifkan Layanan Teman Disabilitas

Selain itu, selama ini pihaknya memberikan layanan langsung bagi anak berkebutuhan khusus, di lima kabupaten/kota yaitu kota Banjarmasin dan Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Barito Kuala, dan Tanah Laut. Sedangkan untuk wilayah Banua Enam konsultasinya hanya melalui telepon.

“Para terapis selalu berkomunikasi dengan orang tua masing-masing, terkait kegiatan anak di rumahnya ada sebanyak 90 ABK berusia 2 – 8 tahun,” ungkap Mawar.

Lebih lanjut Mawar menambahkan, untuk sistem pembelajaran terbagi dua, yakni pendidikan intervensi terpadu dengan cara penanganan masalah terapi. Di ruang intervensi ada empat program yang dilaksanakan yaitu terapi okupasi, wicara, prilaku dan sensori integrasi, waktunya selama 45 menit, sedangkan pelayanan pendidikan transisi waktunya dua kali 45 menit.

“Setelah diberikan pendidikan intervensi, akan dilanjutkan ke pelayanan pendidikan transisi, baru dievaluasi untuk kesiapan nanti memasuki sekolah inklusi,” pungkasnya. (aqu/MC Kalsel)

Editor Restu