Terlalu Tinggi, Wanita Cantik Ini Kesulitan Cari Pacar

Selama di grup basket itu, ia merasa disisihkan dari kelompok. Ia juga merasa sangat kesepian.

Baca juga: Harus Hadir di Pengadilan, Elon Musk Dipastikan Batal ke KTT G20 Bali

Namun, Bradshaw mengaku tidak pernah menganggap tinggi badannya sebagai kecacatan. Ia pun mendorong wanita bertubuh tinggi sepertinya untuk menghargai bentuk tubuh yang dimiliki.

“Saya suka dengan tinggi badan yang dianugerahkan kepada saya dan berharap dapat menginspirasi orang lain untuk hidup secara otentik dan percaya diri dengan tinggi yang mereka miliki,” ucap Bradshaw.

Bradshaw berharap bisa meluncurkan lini busana untuk perempuan bertubuh tinggi.

Menurutnya, itu caranya membantu mereka menerima tinggi badan yang tidak biasa.

“Untuk mereka, tetaplah kuat. Angkat kepalamu, benar-benar diangkat. Jangan pernah membungkuk untuk menyesuaikan diri dengan ruangan atau lingkungan, biarkan lingkungan menyesuaikan dengan Anda,” ucap Bradshaw yang didukung pacarnya.

“Angkat dagu Anda. Ketika Anda menguasai tinggi badan Anda, dunia adalah tiram Anda,” kata dia bersemangat. “Aku di belakangmu, serta ribuan lainnya.”

Sementara, gelar perempuan tertinggi di dunia versi Guinness World Records masih dipegang oleh seorang perempuan Turkiye bernama Rumeysa Gelgi. Ia tercatat memiliki tinggi 215,16 cm berdasarkan hasil pengukuran lembaga itu.

Perempuan asal Provinsi Karabük, Turki, itu pertama kali dinyatakan sebagai perempuan tertinggi pada saat usianya masih 18 tahun. Saat 2014, ia disebut sebagai remaja perempuan tertinggi.

Kondisi fisiknya yang tak biasa itu disebabkan oleh sindrom langka bernama Weaver Syndrome. Ia merupakan perempuan Turki satu-satunya yang mengidap sindrom itu.

“Setiap kelemahan dapat berubah menjadi kelebihan untuk dirimu sendiri, jadi terima dirimu apa adanya, sadari potensi Anda, dan lakukan yang terbaik,” kata Gelgi, dilansir The Independent, Rabu, 13 Oktober 2021.

Sindrom weaver menyebabkan pertumbuhan badan yang sangat cepat. Namun, proporsinya tak seperti orang normal, misalnya panjang tangannya.

Hal itu membuatnya kesulitan bergerak. Hampir sepanjang waktu ia duduk di kursi roda. Kadang-kadang ia berjalan dengan bantuan alat berjalan.

Kondisi fisik tak biasa yang dimilikinya sering dijadikan bahan candaan dan perundungan oleh sekitarnya. Namun, ia mengaku hal itu membuatnya semakin kuat. “Aku suka tampil berbeda dari orang lain,” kata Gelgi, dilansir dari Daily Star. “Sangat menarik dan membuatku merasa spesial.”

Ia pun mengaku tinggi badannya membuatnya mendapat keuntungan. Salah satunya jelas, menjangkau tempat-tempat yang tinggi. Dengan kondisi itu pula, ia mengadvokasi orang lain yang mengalami masalah serupa dengannya.

Terpilihnya Gelgi disambut baik oleh Craig Glenday, pimpinan redaksi Guinness World Records. Ia merasa terhormat menyambut perempuan itu kembali ke buku catatan rekor. (edj/lpt)

Editor: Erna Djedi