Mencetak empat kemenangan dan cuma sekali gagal finis tiga besar dalam delapan seri terakhir, Bagnaia mengambil alih posisi pertama di klasemen dengan margin 14 poin.
Meski demikian, kembali ke jalur kemenangan ketika rival mengalami cobaan yang hebat tetap meninggalkan perasaan tidak menyenangkan dalam diri Bagnaia.
“Tentu saja (harinya Fabio) bahkan lebih buruk daripada saya dengan kecelakaan FP4 yang mematahkan jarinya,” kata Bagnaia.
“Saya hanya ingin bilang bahwa saya merasa sedih dengan situasinya, karena saya pikir saat ini, kesialan yang dialaminya terlalu banyak.”
“Dia tidak pantas mendapatkannya.”
Pada seri MotoGP Malaysia, bukan Quartararo seorang yang kesusahan.
Anomali hadir ketika tiga pembalap teratas di klasemen justru kompak mencatatkan hasil yang buruk pada kualifikasi.
Bagnaia harus rela start dari posisi kesembilan setelah terjatuh saat berusaha mempertajam waktu lapnya.
Quartararo akan menempati posisi start ke-12.
Sementara itu, pembalap di peringkat tiga, Aleix Espargaro (Aprilia Racing), akan memulai lomba dari posisi ke-10.
“Dan soal Aleix, sejujurnya, saya pikir dia mengalami kesulitan besar dari awal akhir pekan ini,” sambung Bagnaia.
“Hari ini dia juga terjatuh saat berada di belakang Jorge Martin, mungkin pada lap itu dia bisa mengungguli saya (di kualifikasi).”
“Di antara kami bertiga, tidak ada dari kami yang mengalami hari yang indah,” tandasnya.
Pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, memiliki kesempatan untuk mengunci gelar juara pada MotoGP Malaysia.
Balapan MotoGP Malaysia akan digelar di Sirkuit Sepang, Malaysia, pada Minggu (23/10/2022) pukul 14.00 WIB.
Bagnaia setidaknya harus finis di posisi kelima untuk mengunci gelar juara MotoGP pada balapan sebelum seri terakhir di Valencia, Spanyol. (berbagai sumber)
Editor: Yayu







