Kemenkes dan BPOM Terus Telusuri Gagal Ginjal Akut Anak, di Banjarmasin Belum Ditemukan

WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Kemenkes dan BPOM terus menelusuri dan meneliti secara komprehensif termasuk kemungkinan faktor risiko lainnya penyebab Gagal Ginjal Akut.

Untuk meningkatkan kewaspadaan dan dalam rangka pencegahan, Kemenkes sudah meminta tenaga kesehatan pada fasilitas pelayanan kesehatan untuk sementara tidak meresepkan obat-obatan dalam bentuk sediaan cair atau obat sirup, sampai hasil penelusuran dan penelitian tuntas.

Bila anak sakit, dianjurkan ke dokter dengan mendapat pengobatan sesuai dosis dan usia.

Sebagai alternatif dapat menggunakan bentuk sediaan lain seperti tablet, kapsul, suppositoria (anal), atau lainnya.

Lebih lanjut, sebagai bentuk kewaspadaan dini, Kemenkes meminta masyarakat terutama orangtua yang memiliki anak usia 0-18 tahun untuk aktif melakukan pemantauan umum dan gejala yang mengarah kepada gagal ginjal akut seperti penurunan volume urine yang dikeluarkan, demam selama 14 hari, gejala ISPA, dan gejala infeksi saluran cerna.