WARTABANJAR.COM, MALANG – Mata merah yang dialami para korban luka pada tragedi Kanjuruhan, dikhawatirkan mengalami kebutaan. Penegasan itu disampaikan Pendamping hukum Tim Gabungan Aremania.
Pendamping hukum Tim Gabungan Aremania, Anjar Nawan Yusky menyebutkan, hasil investigasi Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) di bawah arahan Menko Polhukam Mahfud MD masih menggantung. Hingga kini, publik masih belum tahu penyebab pasti kematian hingga luka-luka para korban Tragedi Kanjuruhan.
Keraguan ini muncul setelah melihat hasil diagnosa sejumlah korban yang dinilai janggal. Seperti pada salah satu korban luka dengan kondisi mata merah yang dikatakan akibat terinjak-injak. Bukan akibat paparan gas air mata.
”Dari hasil rekam medis salah satu korban, kondisi mata merah disebutkan karena terinjak-injak. Tapi saat kami tanyai, dia tidak merasa diinjak-injak. Di situ kan keliatan gak nyambung ya,” Anjar Nawan Yusky, Pendamping hukum Tim Gabungan Aremania, Senin (17/10/2022).







