Rakor Kependudukan Tahun 2022 di Banjarmasin, Arifin Noor Inginkan Keseriusan Pendataan

WARTABANJAR.COM- BANJARMASIN – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin lakukan Rapat Koordinasi (Rakor) Kependudukan 2022 Banjarmasin, di ballroom Rodhita Banjarmasin, Senin (3/10/2022).

Mengusung tema Kayuh Baimbai Mencegah dan Menurunkan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem Menuju Keluarga Berkualitas dan Baiman di Kota Banjarmasin, Rakor ini dipimpin langsung Wakil Wali Kota Banjarmasin, Arifin Noor.

Turut hadir Dinas Pengendalian, Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat (DPPKBPM) Kota Banjarmasin, serta mengukuhkan Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Indonesia Kota Banjarmasin.

IPeKB sendiri adalah organisasi penyuluhan keluarga berencana dalam menanggani berbagai persoalan di tengah masyarakat.

Wakil Wali Kota Banjarmasin, H Arifin Noor mengatakan rakor tersebut membahas tentang bagaimana caranya untuk pengurangan stunting di Banjarmasin.

“Mereka sudah dikukuhkan. Tentunya kita ingin keseriusan dalam pendataan dengan dikukuhkan IPeKB ini di bantu para kader kita,” ujar Arifin Noor.

Selain itu, melalui rakor kependudukan ini bisa merumuskan berbagai persoalan yang bisa diatasi ke depannya dan siap untuk mengevaluasinya.

“Target kita di 2024 bisa mencapai 14% atau kalau bisa di bawah itu lagi,” ucap Wakil Wali Kota Banjarmasin, H Arifin Noor saat ditemui usai membuka Rakor Kependudukan tahun 2022.

Sementara itu, Kepala DPPKBPM Kota Banjarmasin, Helfian Noor juga menambahkan, organisasi IPeKB sendiri menjadi wabah dalam melakukan berbagai hal yang terkait dalam pelayanan KB dan Keluarga Sejahtera dan lainnya.

“Untuk ituah tugas dan fungsi dalam penyuluhan mereka nanti,” tutur Helfian.

Adapun Rumah Dataku juga menjadi salah satu pembahasan penting dalam rakor kependudukan. Rumah Dataku yang tak lepas dari adanya Kampung KB.

Adapun sekarang ini, ada 17 Rumah Dataku yang sudah terdata di Kota Banjarmasin yang mana Rumah Dataku didirikan di setiap Kampung KB yang tersebar di Kota Banjarmasin.

Baca Juga :   Logo MTQ Nasional Ke-33 Tingkat Provinsi Kalsel Memuat 9 Simbol, Berikut Maknanya

“Target kita 31 Rumah Dataku yang bakal didirikan sama dengan jumlah Kampung KB saat ini,” ungkap Helfian.

Rumah Dataku ini nantinya berfungsi untuk menghimpun semua data di Kelurahan. Baik itu terkait Pasangan Usia Subur (PUS), 4T (Terlalu Muda, Terlalu Tua, Terlalu Dekat, Terlalu Banyak) dan lainnya.

“Melalui data-data itu diharapkan program kegiatan bakal lebih sesuai dengan data di lapangan,” tutupnya. (est)

Editor Restu

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU HARI INI