Untuk itu, ia mengimbau agar seluruh pihak untuk bersama-sama andil dalam keamanan siber Indonesia.
“Kalau kita bersatu di ruang nyata sehingga kita dulu merebut kemerdekaan, semangat itu harus ada di ruang siber. Jadi, persatuan semangat kebersamaan, semangat kebangsaan itu harus sama juga di ruang siber. Mengimbau semua pihak saling bergandengan tanganlah kita, ini persoalan kita semua,” tutur Hinsa.
Bjorka jadi buah mulut usai melakukan aksi dengan menjual data-data penting warga negara Indonesia yang mengantongi identitas seperti nama nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin, usia, Kartu Tanda Penduduk (KTP), email, nomor ponsel, NIK, nomor KK, operator seluler, hingga tanggal registrasinya.
Bahkan, akhir-akhir ini hacker tersebut melakukan doxing sejumlah pejabat tinggi pemerintahan, mulai dari Menkominfo Johnny G. Plate, Mendagri Tito Karnavian, Menkopolhukam Mahfud MD, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, sampai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Presiden RI Joko Widodo kemudian membentuk tim khusus emergency response team ini menyusul sejumlah serangan siber dari hacker Bjorka ke instansi negara dan doxing pejabat pemerintahan yang terdiri dari BSSN, Kementerian Kominfo, dan Badan Intelijen Negara (BIN). (edj/dtk)
Editor: Erna Djedi







