Atau boleh jadi, nasihat Rasulullah SAW itu sesuai zamannya, dan dapat berubah tergantung situasi dan kondisi. Namun demikian, pada kenyataannya tidak ada satupun riwayat yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah memukul anak kecil.
Di samping itu, hadits-hadits bahwa Rasulullah seorang penyayang amat banyak. Sebut saja misalnya Anas bin Malik, pelayan Rasulullah SAW sejak kecil pernah berkata :
خَدَمْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَشْرَ سِنِينَ، وَاللَّهِ مَا قَالَ لِي : أُفًّا. قَطُّ، وَلَا قَالَ لِي لِشَيْءٍ: لِمَ فَعَلْتَ كَذَا ؟ وَهَلَّا فَعَلْتَ كَذَا.
“Aku melayani Rasulullah SAW sepuluh tahun. Demi Allah, Nabi tidak pernah menegurku sama sekali. Bahkan, Rasulullah tidak pernah mempertanyakan apa yang telah aku perbuat dengan ucapan, “mengapa kamu melakukan itu?” Atau pada hal yang tidak aku perbuat dengan ucapan, “mengapa kamu tidak melakukan itu?” (HR Muslim)
Jangankan memukul, menegur dengan cara yang tidak baik pun Nabi Muhammad SAW tidak pernah sehingga, alih-alih memukul anak, orang tua di era sekarang dapat mencari alternatif lain yang lebih kreatif dan menenangkan hati anak.
Quraish Shihab juga mengingatkan bahwa perbuatan memukul anak hanya akan menjauhkan kita dari anak, bukan malah mendekatkan.(MUI)
Editor Restu







