Baca juga:
Rumah Donald Trump di Mar-a Lago Florida Digerebek FBI
Dalam sebuah unggahannya di laman Twitter, Khairy mengungkapkan bahwa Malaysia harus menghabiskan sekitar 1,4 miliar USD pada tahun 2020 untuk mengobati tiga penyakit yang disebabkan oleh rokok.
Ketiganya adalah kanker paru-paru, penyakit jantung, dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).
Biaya tersebut kemudian diperkirakan akan meningkat menjadi 8,8 miliar RM pada tahun 2030 mendatang.
Padahal, pajak yang dikumpulkan dari industri tembakau per tahunnya hanya sekitar 3 miliar RM.
“6 miliar RM untuk dirawat dan 3 miliar RM pendapatan dari pajak. Coba lakukan perhitungan matematika. Negara ini menderita kerugian besar,” ujar Khairy dikutip Channel News Asia pada Senin, (8/8/2022). (edj)
Editor: Erna Djedi







