Biaya tersebut kemudian diperkirakan akan meningkat menjadi 8,8 miliar RM pada tahun 2030 mendatang.
Padahal, pajak yang dikumpulkan dari industri tembakau per tahunnya hanya sekitar 3 miliar RM.
“6 miliar RM untuk dirawat dan 3 miliar RM pendapatan dari pajak. Coba lakukan perhitungan matematika. Negara ini menderita kerugian besar,” ujar Khairy dikutip Channel News Asia pada Senin, (8/8/2022). (edj)
Editor: Erna Djedi







