Tim Tanazul juga berkoordinasi dengan Seksi Pelayanan Kepulangan Kemenag, untuk memastikan adanya kursi lowong di pesawat bagi jemaah tanazul.
Tanazul dan evakuasi diprioritaskan bagi jemaah haji yang transportable, yaitu pada saat tanazul dan evakuasi tidak memperberat kondisi fisik, tidak berpotensi menimbulkan kecacatan atau mengancam keselamatan jemaah haji.
Selama perjalanan, jemaah akan disertai dengan obat-obatan dan peralatan kesehatan yang dibutuhkan seperti oksigen, strecher, dan sebagainya. Jemaah juga akan didampingi oleh Tenaga Kesehatan Haji (TKH) Kloter. Sesampainya di tanah air, yang bersangkutan akan diperiksakan kesehatannya di fasilitas kesehatan sebelum dikembalikan ke daerah asalnya.
Selain Irsyad, sedikitnya lima jemaah haji yang sudah melewati proses penilaian tim yang akan mengikuti proses evakuasi pada tanggal 16-18 Juli 2022. Sampai saat ini tim masih melakukan penilaian dan menerima usulan calon jemaah tanazul dari Kloter. Setidaknya sebanyak 51 jemaah yang saat ini masih dalam proses penilaian dan evaluasi.
”Sampai saat ini tim juga masih menerima usulan dari kloter, kami akan terus evaluasi,” ujar dr. Andi PT.(aqu)
Editor Restu







