Harga Emas Masih Labil, Berisiko Tertekan Data Inflasi AS

WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Harga emas hari ini masih berisiko tertekan akibat lonjakan data inflasi AS yang membuka peluang The Fed semakin agresif untuk mengerek suku bunga sehingga membuat dolar AS menguat.

Laporan Monex Investindo Futures menyebutkan harga emas tertekan oleh penguatan dolar AS setelah laporan inflasi menunjukkan lonjakan 9,1 persen. Kemarin, harga emas turun US$25,63 ke level US$1.709,69 per troy ounce.

“Peluang trading harga emas berpotensi dijual uji support US$1.700 bila turun ke bawah level US$1.707,” papar Monex dikutip dari Bisnis.com.

Baca juga:

Mobil Travel Berisi 6 Orang Tercebur dan Tenggelam di Sungai Desa Pugaan, Kelua, Tabalong, 1 Orang Masih Terjebak Dalam Mobil

Setelah 42 Hari, Jemaah Haji Indonesia Mulai Pulang ke Tanah Air,…