Mane bersikeras untuk terus bermain, tetapi dilarang oleh pelatih dan dokter sehingga dia langsung berbicara ke presiden Federasi Sepak Bola Senegal.
Mane sangat ingin bermain mati-matian di perempat final Piala Afrika, meski dia juga paham apa yang dikhawatirkan oleh orang-orang.
Hal ini mendorongnya untuk berinisiatif menawarkan kontrak yang menyatakan dia akan bertanggung jawab sepenuhnya dengan kemungkinan terburuk yang bisa saja dialami.
“Saya tahu saya seharusnya tidak bermain, tetapi saya berkata bahwa kami memiliki kontrak. Itu akan menjadi tanggung jawab saya, saya akan menandatanganinya,” tutur Mane melanjutkan.
“Jika saya mati, mereka bisa mengatakan itu salah saya. Ini bukan salah siapa-siapa. Mereka bilang ‘Sadio kamu tidak bisa bermain,’ tapi saya berkata bahwa ‘tidak, tidak, itu tidak mungkin.’“
“Saya tidak menandatangani kontrak, tetapi saya siap melakukannya. Dokter berkata bahwa saya harus melakukan pemindaian pada pagi hari pertandingan,” ujar Mane menambahkan.
Alhasil Senegal mampu menang di laga perempat final melawan Guinea Khatulistiwa dengan skor 3-1.
Pada akhirnya Senegal mampu mencapai final Piala Afrika dan Mane harus berhadapan dengan rekan satu timnya di Liverpool, Mohamed Salah, yang membela Mesir.
Pemain berusia 30 tahun tersebut lantas berhasil membawa Senegal menjadi juara Piala Afrika setelah menang lewat adu penalti melawan Mesir. (berbagai sumber)
Editor: Yayu Fathilal







