Menteri Pertanian Jamin Ketersedian Cabai Aman Sampai Idul Adha

“Saya lihat Sumedang ini bagus. Menurut laporan cabai-nya surplus. Kalau begitu, Sumedang bisa menyuplai daerah lainnya yang defisit,” kata Syahrul melalui pers rilis, Minggu (3/6/2022).

Berdasarkan data early warning system (EWS) bulan Juni hingga Juli, ketersediaan cabai baik cabai besar maupun cabai rawit di Kabupaten Sumedang juga mengalami surplus.

Produksi cabai besar dan rawit bulan Juni ini, sebanyak 515 ton dan 393 ton, sedangkan kebutuhan cabai besar dan rawit adalah, 324 ton dan 307 ton.

Juli ini produksi cabai besar dan rawit mencapai 500 ton dan 337 ton, sedangkan kebutuhan untuk kedua cabai tersebut adalah 353 ton dan 321 ton.

Menyinggung kenaikan harga cabai, Mentan mengatakan, selain faktor jelang Idul Adha, gejolak harga juga dipengaruhi oleh kondisi anomali cuaca dan serangan hama penyakit yang massif sehingga membuat hasil panen petani tidak optimal.

Di samping itu, dibukanya PPKM, kebutuhan hotel, restoran dan kafe juga turut meningkatkan permintaan cabai.

Meski demikian, dia menyebut kenaikan harga cabai tidak hanya dinikmati pedagang sjaa, tapi juga dinikmati para petani.

“Tadi ada yang membahagiakan, ternyata dari kenaikan yang ada, petani juga turut menikmati. Jadi jangan sampai hanya pedagang saja. Tentu konsumen juga harus kita perhatikan bersama juga,” ujarnya. (berbagai sumber)

Editor: Erna Djedi