Sering kali itu berangsur hilang sekitar satu jam dari titik rasa sakit yang paling parah, tetapi kadang bisa berlangsung selama seminggu atau lebih.
Baca Juga:
Miliki Sabu, SF dan JM Diamankan Polisi di Desa Haruyan Seberang dan Barikin HST
Warga Kampung Batuah Bentangkan Spanduk Adang Petugas Jelang Eksekusi oleh Pemko Banjarmasin
Penyebab
Mengutip Healthline, sakit kepala thunderclap paling sering merupakan gejala dari pendarahan subarachnoid, atau pendarahan di otak yang bisa mengancam nyawa jika tidak segera ditangani.
Penyebab paling umum dari jenis perdarahan ini adalah pecahnya aneurisme di otak.
Penyebab serius dan mungkin mengancam nyawa lainnya mungkin termasuk:
- Pembuluh darah di otak yang robek, tersumbat, atau pecah.
- Stroke hemoragik.
- Stroke iskemik.
- Cedera kepala ringan sampai sedang.
- Sindrom vasokonstriksi serebral reversibel.
- Vaskulitis atau radang pembuluh darah.
Dalam beberapa kasus, penyebab fisik sakit kepala thunderclap mungkin tidak ditemukan.
Ini dianggap disebabkan oleh gangguan sakit kepala berulang.
Jenis sakit kepala ini dianggap disebabkan oleh gangguan sakit kepala rekuren (berulang) jinak idiopatik.
Ini hanya dapat didiagnosis setelah pengujian untuk semua penyebab lainnya.
Meskipun mungkin tidak ada penyebab jenis ini, ada beberapa hal yang menjadi pemicu umum.
Pemicu ini meliputi:
- Aktivitas seksual.
- Aktivitas fisik.
- Buang air besar yang menyebabkan mengejan.
- Cedera.
Diagnosis
Dalam proses diagnosis, dokter mungkin akan menanyakan beberapa hal ini kepada pasien:
- Apakah pernah mengelami sakit kepala serupa?
- Apakah pernah mengalami sakit kepala jenis lain sebelumnya?
- Jika ya, apakah ini terjadi terus-menerus atau sesekali?
- Mendeskripsikan sakit kepala dan gejalanya.
- Seberapa parah sakit kepala yang dirasakan?
- Adakah yang membuat gejalanya mereda?
- Adakah yang memperburuk gejalanya?
Seperti dijelaskan dalam laman WebMD, dokter juga dapat menggunakan beberapa tes, seperti:







