Dia menegaskan bahwa Polri khususnya Polda Kalsel sangat mendukung langkah penguatan kualitas dan peran dakwah di tengah umat. Bimtek ini sebagai salah satu langkah strategis dalam mewujudkan ide besar tersebut.
Baca juga:
Info Haji 2022: Jemaah Dapat Layanan Fasttrack di Bandara Madinah, Simak Kelebihannya
“Bimtek ini berlaku untuk penceramah semua agama, dimulai dari penceramah agama Islam. Kita patut melihat ke belakang bagaimana para pendahulu bangsa ini mengelola keberagamaan dengan cara-cara yang begitu moderat,” paparnya.
Disampaikan Kapolda Kalsel, Indonesia memiliki ragam kekayaan alam yang melimpah, ragam budaya, agama dan keyakinan yang sangat kaya.
Hal ini menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang heterogen, namun tetap harmoni. Kerena keberagamaan tersebut dikelola pendiri bangsa dengan bijak dan hati-hati.
“Di sinilah kekuatan individu para pendakwah menjadi hal yang berperan besar dalam menjabarkan ide-ide harmoni dalam heterogenitas,” tegas Kapolda Kalsel.
“Di sinilah kita juga melihat bagaimana agama dan negara berjalan beriringan sebagai sebuah harmoni yang menjadikan bangsa Indonesia dijadikan rujukan kiblat moderasi beragama,” sambungnya. (edj)
Editor: Erna Djedi







