WARTABANJAR.COM, BATULICIN - Bupati Tanah Bumbu HM Zairullah Azhar melepas sebanyak 73 calon jemaah haji Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2022, di Masjid Agung Nurussalam Kelurahan Gunung Tinggi, Kecamatan Batulicin, Kamis (09/06/2022) pagi.

Dalam kesempatan itu, Bupati berpesan kepada calon jemaah haji untuk menjaga kondisi fisik dan kesehatan serta berharap pelaksanaan haji ini dapat berjalan dengan aman dan lancar.

“Alhamdulillah kita bersyukur bisa melepas tim jemaah haji dari Tanah Bumbu, memang jumlahnya sangat terbatas tapi kita berharap semoga berkah dan semuanya kita doakan menjadi haji yang mabrur,” ujar Abah Zairullah.

Baca juga:

Mamuju Sulbar Diguncang Gempa, Getaran Dirasakan di Tanah Bumbu Kalsel, Warga Pagatan Berhamburan

Gubernur Kalsel dan Wali Kota Banjarmasin Tanda Tangani Akta Notaris Pendirian PT Air Minum Bandarmasih

Selain itu Bupati Zairullah juga berpesan kepada calon jemaah haji yang berada di tanah suci, untuk dapat mendoakan Kabupaten Tanah Bumbu agar senatiasa dilimpahkan keberkahan.

“Selamat menunaikan ibadah haji, semoga berkah dan mudah-mudahan bapak dan ibu sekalian dapat berangkat dan kembali ke Tanah Bumbu dengan selamat,” harap Bupati.

Plt Kepala Kantor Kementerian Agama Tanah Bumbu, HM Ishak, dalam laporannya menyampaikan bahwa hingga saat ini jumlah calon haji asal Tanah Bumbu yang terdata di Kantor Kementerian Agama berjumlah 7.504 orang.

Baca juga:

Pemprov Kalsel Alokasikan Rp 25 Miliar Perkuat Siring Sungai Martapura di Kawasan Ponpes Darussalam, Desember Selesai

Adapun calon jemaah haji yang diberangkatkan di tahun ini, merupakan pendaftar sejak tahun 2010 dan saat ini berusia 65 tahun ke bawah.

Ishak menyebutkan, bahwa antusias masyarakat Tanah Bumbu untuk mengikuti ibadah haji terus mengalami peningkatan di tahun ke tahun, namun yang menjadi kendala adalah waktu tunggu keberangkatan yang diestimasikan mencapai hingga 38 tahun.

Ia juga menyampaikan, bahwa pelaksanaan keberangkatan haji di tahun ini menjadi yang pertama setelah dalam dua tahun terakhir sempat ditunda mengingat kondisi pandemi Covid-19.