Pressure mounted on Brazil's government to redouble efforts to find a British journalist and Brazilian indigenous expert missing in the Amazon, as the search entered its fourth day and a suspect was reportedly detained https://t.co/r0jmtpyw2N pic.twitter.com/kKrqjJ8bMA
— AFP News Agency (@AFP) June 8, 2022
Dilansir Associated Press, organisasi Univaja menjelaskan bahwa Phillips dan Pereira telah diancam pada hari Sabtu lalu ketika mereka berkemah oleh sekelompok pria yang mengacungkan senjata api pada mereka.
Pemimpin Univaja, Paulo Marubo mengatakan bahwa Phillips sempat memotret para pria yang mengancam itu.
Wilayah Vale do Javari tempat Phillips membuat laporan adalah wilayah dengan populasi penduduk pribumi asli tak terjamah, yang terbesar di dunia.
Ini juga rute utama kokain yang diproduksi di Peru, kemudian diselundupkan ke Brasil atau dikirim ke Eropa.
Alessandra Sampaio, istri Dom Phillips, telah meminta pihak berwenang Brasil untuk segera bertindak.
“Saat saya mengajukan permohonan ini, mereka telah hilang selama lebih dari 30 jam (dan) di hutan setiap detik (sangat) berarti, setiap detik bisa menjadi perbedaan antara hidup dan mati,” katanya dikutip dari The Guardian.
Dilansir Reuters, kepala departemen dalam negeri polisi sipil negara bagian Amazonas, Guilherme Torres, mengatakan bahwa polisi telah membuka penyelidikan kriminal dan mewawancarai empat saksi.
Tim pencari dari Angkatan Laut Brasil juga telah dikerahkan untuk mencari dua orang yang hilang dan segera menuju lokasi di mana kedua pria itu terlihat terakhir kalinya.
Human Rights Watch mendesak otoritas Brasil untuk menggunakan semua cara yang tersedia untuk menemukan Phillips dan Pereira. (berbagai sumber)
Editor: Yayu Fathilal