Karena itu, tekan Rudy, keberhasilan direksi BUMD Air dalam mengusulkan perubahan tarif dengan Pemerintah Daerah merupakan salah satu keberhasilan manajemen risiko dan governansi direksi.
Dalam pertemuan itu, Rudy juga menyoroti reputasi BUMD Air di Kalimantan Selatan yang belum berhasil meningkatkan kualitas pelayanan. Baik kualitas air maupun kontinuitas.
Lagi-lagi, hal itu menurut Rudy karena belum optimalnya penerapan GRC.
“GRC itu tantangan di PDAM karena dewan pengawas umumnya belum dibekali pengetahuan governance,” katanya.
Diungkapkannya, GRC PT Air Minum Bandarmasih cukup bagus, PT Tirta Amandit dan PT Air Minum Tabalong Bersinar punya potensi di SPI, tetapi belum optimal di sisi governansi dan manajemen risiko.
Agar lebih efektif dalam penerapan GRC, ia menyarankan pembentukan task force khusus GRC, mengikutsertakan staf untuk sertifikasi manajemen risiko, dan berkonsultasi dengan expert, tutup Rudy. (Has)
Editor : Hasby







