“Jadi lipolysis itu metode mencairkan cairan lemak yang sudah jadi batu, atau jadi otot,” sambungnya.
Dewi tidak mengubah bentuk tubuhnya.
Ia hanya mengurangi lemak-lemak jahat yang dikhawatirkan akan menjadi penyakit untuk tubuhnya.
“Badan aku kan mengkel gitu, kencang, jadi kencangnya itu lemaknya sudah jadi otot karena aku sering belly dance. Kan kalau perempuan-perempuan belly dance pasti daerah pinggulnya itu pasti ada lemak. Lemaknya itu buat getarin perut. Nah aku buang itu,” tuturnya.
Sekitar 4-5 jam waktu yang dihabiskan Dewi untuk operasi.
Setelah beberapa hari berlalu, ia sudah bisa kembali beraktivitas. (berbagai sumber)
Editor: Yayu Fathilal






