Selama beberapa dekade, dokter telah mencoba menggunakan organ hewan untuk menyelamatkan nyawa manusia. Namun sayang, percobaan itu selalu gagal.
Bennett, sebelumnya sekarat dan tidak memenuhi syarat untuk transplantasi jantung manusia.
Ia akhirnya menjalani pilihan terakhir, yaitu operasi menggunakan jantung dari babi yang dimodifikasi secara genetik untuk menurunkan risiko bahwa sistem kekebalannya akan menolak organ asing tersebut.
Tim Maryland mengatakan babi donor itu sehat dan telah lulus pengujian yang dipersyaratkan oleh Food and Drug Administration untuk memeriksa infeksi.
Babi itu juga dibesarkan di fasilitas yang dirancang untuk mencegah hewan menyebarkan infeksi.
Griffith mengatakan pasiennya, sempat pulih dengan cukup setelah menjalani transplantasi jantung.
Namun pada suatu pagi, dia bangun dengan kondisi buruk dan memiliki gejala seperti terkena infeksi.
Dokter melakukan banyak tes untuk mencoba memahami penyebabnya, dan memberi Bennett berbagai antibiotik, obat antivirus, dan perawatan peningkat kekebalan. Tapi jantung babi itu menjadi bengkak, berisi cairan dan akhirnya berhenti berfungsi. (*)
Editor: Erna Djedi







