“Sebelumnya saya meminta maaf, khususnya pak Bobby, saya minta maaf khususnya tukang parkirnya karena saya sudah berkata-kata kasar,” katanya.
Ia menjelaskan bukan tidak mau membayar parkir. Tetapi dia mau membayar parkir secara tunai.
“Saya mau bayar parkir tapi cash. Saya takut waktu itu tangan dia masuk ke dalam dashboard mobil. Gak ada sapa-sapa langsung minta e-Toll. Sepengatahuan saya kartu e-Toll bisa terkuras saldonya,” ujarnya.
Mengenai ancaman pada Wali Kota Medan, Bobby Nasution, Rizkan mengira jika Bobby yang dimaksud merupakan bos dari tukang parkir.
“Saya sebelumnya tidak pernah tahu namanya pak Bobby. Dalam benak saya pak Bobby yang dia maksud itu bosnya. Sebenarnya saya takut, karena saya pendatang, makanya saya kayak gitu pak,” bebernya.(aqu)
Editor Restu







