Hal tersebut, membuat Korwil BEM Kalsel pun angkat bicara yang sebelumnya sudah dijelaskan dalam konsolidasi, agar tetap melakukan aksi dengan cara yang damai dan kondusif.
“Sejauh ini kita sudah kondusif dan sudah sesuai dengan apa yang sudah kita sepakati. Jadi mengenai pembakaran ban hari ini, itu bisa ditanyakan saja kepada orang yang terlibat di dalamnya, mungkin mereka tidak menghadiri konsolidasi dan tidak niat hadir dalam aksi hari ini, dan merusak ketertiban aksi hari ini,” jelas Habibillah.
Selain itu juga, para mahasiswa juga sempat menggelar teatrikal atau parodi para pemimpin negara Indonesia.
Sementara itu, Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Sahbana Atmojo Martosumito mengungkapkan, dalam aksi kali ini, kurang lebih sekitar 400 personil yang diturunkan untuk mengamankan aksi tersebut.
“Personil hari ini terdiri dari sabhara, di-backup dari Polda Kalsel, dan juga dari personil polres tetangga,” ungkap Kapolresta.
Kapolresta juga mengapresiasi aksi para mahasiwa hari ini, karena dapat berjalan dengan lancar dan damai.
“Saya senang dan bangga, mengekspresikannya dengan baik, damai, dan tidak melanggar aturan,” tutur Kapolresta.
“Meskipun tadi sempat ada aksi bakar ban, namun secara keseluruhan kegiatan hari ini berjalan dengan baik,” sambungnya.
Ia juga mengimbau, agar semua pihak bisa bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban Kota Banjarmasin.
“Mari kita jaga kota ini dengan baik, dan jangan sampai mengotori kota ini dengan tindakan yang tidak terpuji, terlebih lagi saat ini bulan Ramadhan, kita jaga kekhusyukan bulan yang suci ini,” pungkasnya. (qyu)
Editor: Yayu Fathilal







