Menteri ESDM Isyaratkan Bakal Menaikan Harga Pertalite dan Solar

Sementara harga Pertamax (RON 92) sudah dinaikkan menjadi Rp 12.500 – Rp 13.000 per liter dari sebelumnya Rp 9.000 – Rp 9.400 per liter.

Sedangkan harga Solar non subsidi kini sudah dibanderol sebesar Rp 12.950 – Rp 13.550 per liter untuk jenis Dexlite (CN 51). Artinya, ada selisih setidaknya Rp 7.800 per liter dengan harga Solar bersubsidi.

Selain itu, lanjutnya, dalam jangka menengah ini, pemerintah juga akan meningkatkan cadangan operasional menjadi 30 hari dan manajemen stok secara jangka panjang, serta melakukan optimalisasi campuran Bahan Bakar Nabati (BBN) dalam Solar.

Dia menyebut, sejumlah langkah ini merupakan respons pemerintah atas melonjaknya harga minyak dunia. Kondisi geopolitik internasional, terutama sejak serangan Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022 lalu, juga turut memicu lonjakan harga minyak mentah Indonesia (ICP) pada Maret mencapai US$ 98,4 per barel. (*)

Editor: Erna Djedi