“Bukan tidak mungkin mereka akan berkelahi atau tawuran, karena Sarung yang mereka gunakan dimodifikasi sedemikian rupa dengan mengikat pada bagian ujungnya atau dibuat simpul yang di dalam simpul diisi dengan barang yang berat, lalu mereka memukulkannya ke arah tubuh temannya, sehingga apabila mengenai bagian tubuh akan terasa sakit, makanya apabila kita biarkan bisa memicu emosi yang berakibat perkelahian” jelas Kasat menjelaskan.
Kasat memastikan pihaknya akan terus melakukan patroli untuk mengantisipasi balapan liar, bermain Petasan, perang sarung maupun aksi kejahatan jalanan yang berpotensi yang bisa mengganggu ketentraman di bulan suci Ramadan. (edj)
Editor: Erna Djedi







